Rabu, 23 Januari 2008

Bunga Kredit Dulu Jadi Kendala Pengusaha Kecil – Sekarang Tidak – Ini Caranya

Prakata - Walau kini semakin mudah untuk mendapatkan bantuan kredit usaha, besarnya bunga kredit terkadang masih memberatkan para pengusaha kecil menengah.
Akibat tingginya tingkat pengembalian, pengusaha memilih untuk tidak mengambil pinjaman. Mereka khawatir tidak mampu mengembalikan jikalau usahanya tiba-tiba anjlok akibat perubahan situasi.
“Karena takut tidak bisa melunasi, beberapa perajin memilih menggunakan uang pribadi untuk mengembangkan usahanya. Meski lamban, dengan uang sendiri lebih aman," aku salah seorang perajin di Jawa Barat

Ia mencontohkan besarnya bunga kredit usaha yang ia pinjam dari salah satu bank pemerintah mencapai sekitar 25 persen per tahun. Jumlah itu menurut dia masih terlalu besar untuk ukuran usaha kecil menengah.
"Saya meminjam Rp 20 juta dengan masa pengembalian setahun. Saya harus mengangsurnya sebanyak Rp 2,101 juta setiap bulan. Meski ini pinjaman ketiga, besar bunga tetap sama dengan pinjaman-pinjaman sebelumnya," tambahnya.
Beberapa pengusaha sekaligus perajin makanan ringan di daerah tersebut mengaku kesulitan memprediksi hasil yang akan dicapainya. Selain pasar (konsumen) yang belum pasti, besarnya permintaan selalu dinamis. Situasi itu membuat mereka berspekulasi dengan besar pinjaman dan masa pengembalian.
Tambahnya, bantuan modal dengan persyaratan mudah dan bunga ringan sangat penting untuk pengembangan usaha kecil. Dengan beberapa hambatan pemasaran serta keuntungan yang kecil, lanjutnya, kedua hal tersebut mutlak dibutuhkan pengusaha kecil.
Untuk meminjam modal ke bank atau lembaga keuangan lain, perajin masih keberatan dengan besarnya tingkat pengembalian yang harus ditanggung. Dengan keuntungan kecil dan tidak menentu, perajin lebih memilih untuk tidak meminjam modal.

Tidak ada komentar:

Pakaian dalam wanita